Rabu, 23 November 2011

KRISIS AIR MINUM PERTANDA BURUKNYA SANITASI LINGKUNGAN

KRISIS AIR MINUM PERTANDA BURUKNYA

SANITASI LINGKUNGAN

Air merupakan kebutuhan vital bagi masyarakat dan merupakan elemen terpenting bagi kelangsungan kehidupan manusia. Setiap kegiatan harian manusia pasti memerlukan air, terutama air bersih untuk air minum. Namun, semakin hari air bersih di permukaan bumi semakin sedikit akibat terjadinya berbagai pencemaran dan mengakibatkan krisis air di berbagai belahan dunia. Saat ini sudah banyak berita tentang keringnya sumber air diberbagai daerah karena musim kemarau yang masih panjang. Kita tahu bahwa air merupakan unsur kehidupan yang sangat dibutuhkan tubuh manusia. Air yang sehat dan aman yang masuk di dalam tubuh akan membuat tubuh juga sehat.

Namun pada kenyataannya, kelayakan air, terutama untuk minum di Indonesia telah mencapai ambang yang sangat memprihatinkan. Sangat sulit untuk mendapatkan air bersih yang layak konsumsi. Banyaknya pemukiman padat penduduk, pabrik-pabrik serta penggunaan bahan kimia yang menimbulkan pencemaran pada lingkungan sehingga kualitas sanitasi lingkungan semakin buruk, terutama pada air yang sangat mudah tercemar. Istilah sanitasi lingkungan berasal dari kata (sanitasi) yang berarti usaha untuk membina dan menciptakan suatu keadaan yg baik di bidang kesehatan, terutama kesehatan masyarakat. Sanitasi merupakan cara untuk mencegah kontak antara manusia dari bahaya bahan buangan untuk mempromosikan kesehatan. Bahan ini mungkin dapat terjadi dari segi fasik, mikrobiologi, dan agen agen kimia bagi para penyakit terkait. Bahan buangan yang dapat menyebabkan masalah kesehatan terdiri atas kotoran manusia atau binatang, sisa bahan buangan padat, air bahan buangan domestik, dan lain-lain. Untuk menjaga kebersihan sanitasi lingkungan dapat dilakukan dengan menggunakan solusi teknis, teknologi sederhana, atau praktek kebersihan pribadi.

Krisis air minum yang terjadi di Indonesia menandakan bahwa sanitasi lingkungan di Indonesia sangat buruk. Rusaknya lingkungan kita, mengakibatkan berkurangnya kualitas dan kuantitas air tanah. Yang membuat bakteri/kuman sangat mudah tumbuh-berkembang. Hal itu menyebabkan kualitas air minum sangat buruk, bahkan ketersedian air minum semakin langka. Kelangkaan air minum membuat sebagian besar penduduk kita menggunakan air sumur yang terkadang di lingkungan sekitarnya banyak tercemar oleh limbah rumah tangga ataupun pabrik, terutama di lingkungan perkotaan yang padat penduduk. Hingga jarak antara septick tank dan sumur tidak memenuhi standar kesehatan. Hal ini sangat berbahaya ,karena bakteri-bakteri dari sampah/limbah dan septick tank akan bercampur kembali dengan air tanah yang kita pakai dari sumur. Banyak kasus kematian yang diakibatkan mengkonsumsi air yang tidak bersih, terutama pada bayi, anak-anak dan para ibu . Kesehatan merupakan sesuatu yang sangat penting dan berharga. Lebih baik mencegah daripada mengobati.

Air yang layak diminum, mempunyai standar persyaratan tertentu yakni persyaratan fisis, kimiawi dan bakteriologis, dan syarat tersebut merupakan satu kesatuan. Jadi jika ada satu saja parameter yang tidak memenuhi syarat maka air tesebut tidak layak untuk diminum. Pemakaian air minum yang tidak memenuhi standar kualitas tersebut dapat menimbulkan gangguan kesehatan, baik secara langsung dan cepat maupun tidak langsung dan secara perlahan. Jangan pernah memandang remeh air. Kelebihan membuat banjir, kekurangan pun membuat hidup sengsara. Musim kemarau berkepanjangan dan kekeringan mengancam sejumlah daerah di Indonesia. Lahan pertanian semakin berkurang serta air bersih mulai susah didapatkan merupakan contoh nyata dari dampak dari kemarau panjang.

Potensi sebagai negara yang kaya air, ternyata tidak mampu menghindarkan Indonesia dari krisis air bersih. Setiap kali musim kemarau tiba berbagai daerah mengalami kekeringan air. Bahkan ketika musim penghujan pun krisis air bersih tetap mengintai lantaran surplus air yang kerap mengakibatkan banjir sehingga sumber air tidak dapat termanfaatkan. Masyarakat pada umumnya tidak memahami prinsip perlindungan sumber air minum tingkat rumah tangga, maupun untuk skala lingkungan. Sedangkan sumber air baku (sungai), difungsikan berbagai macam kegiatan sehari hari, termasuk digunakan untuk mandi, cuci dan pembuangan kotoran/sampah.

Air merupakan unsur yang vital dalam kehidupan manusia. Seseorang tidak dapat bertahan hidup tanpa air, karena itulah air merupakan salah satu penopang hidup bagi manusia. Ketersediaan air di dunia ini begitu melimpah ruah, namun yang dapat dikonsumsi oleh manusia untuk keperluan air minum sangatlah sedikit. Jika sumber daya air tidak mencukupi, air limbah merupakan sumber penyediaan yang menarik, dan akan dipakai baik resmi disetujui atau tidak. Karena itu peningkatan penyediaan air cenderung mengakibatkan peningkataan penggunaan air limbah, diolah atau tidak dengan memperhatikan sumber-sumber daya tersebut supaya penggunaan ulang ini tidak merusak kesehatan masyarakat.

Pembuangan kotoran baik sampah, air limbah dan tinja yang tidak memenuhi syarat kesehatan dapat menyebabkan rendahnya kualitas air, serta dapat menimbulkan penyakit menular di masyarakat. Jamban, tempat sampah, pengelolaan limbah dan persediaan air bersih merupakan sarana lingkungan permukiman. Sanitasi merupakan faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat. Banyaknya penyakit ditularkan karena tidak dilakukan cara-cara penanganan sanitasi yang benar.

Di beberapa daerah pedesaan di Indonesia, masih banyak dijumpai masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan dengan sanitasi yang sangat minim. Masih sering dijumpai sebagian masyarakat yang membuang hajatnya di sungai karena tidak mempunyai saluran pembuangan khusus untuk pembuangan air limbah rumah tangga maupun air buangan dari kamar mandi. Bahkan terkadang masih dijumpai masyarakat yang membuang hajatnya di pekarangan rumahnya masing-masing. Hal ini terjadi selain disebabkan karena factor ekonomi, faktor kebiasaan yang sulit dirubah dan kualitas pendidikan yang relatif rendah dari masyarakat pun memang sangat berpengaruh besar terhadap pola hidup masyarakat. Terutama berdampak besar terhadap kulitas air bersih yang digunakan sebagai air minum.

Indonesia dikaruniai sumber daya alam yang melimpah termasuk air, tetapi kita sering terlena dengan cara menggunakan air termasuk mengelolanya. Tetapi zaman sudah berubah, polusi air tanah makin banyak terjadi, musim kemarau dan penghujan yang tidak teratur dan pengelolaan air tanah yang makin buruk menyebabkan sumbur air aman berkurang. Kondisi ini kemungkinan akan lebih parah lagi karena hampir 58% rumah tangga di Indonesia menggunakan air minum dari sumur, baik sumur bor/pompa, terlindung, atau tidak terlindung.

Pengelolaan air tanah oleh masyarakat juga merupakan salah satu penyebab pencemaran air minum. Mungkin saja masyarakat tahu bahwa sumber air minum harus jauh dari tempat pembuangan tinja, tetapi sebagian besar rumahtangga hanya mempunyai luas tanah yang sempit sehingga persyaratan air minum aman diabaikan.

Akibat dari krisis air yang telah mengglobal tersebut, harga air minum dapat melambung tinggi. Kenaikan tarif air minum akan menjadi sebuah “bom” yang sewaktu-waktu dapat sangat meresahkan masyarakat, mengingat air merupakan hajat hidup semua orang, seperti halnya masalah kenaikan BBM (Bahan Bakar Minyak)

Krisis air minum diperkirakan akan memburuk di masa mendatang mengingat jumlah penduduk yang terus meningkat sementara cadangan air minum dalam lapisan tanah (aquifer) mengalami penurunan. Penurunan cadangan air minum dalam lapisan aquifer terjadi karena meningkatnya eksploitasi terhadap sumber mata air aquifer tersebut sementara pengisian kembali air tawar ke dalam lapisan aquifer menurun karena meningkatnya pembabatan hutan. Padahal sumberdaya air minum dari lapisan aquifer merupakan sumberdaya alam yang terbatas sehingga dalam suatu waktu sumberdaya ini dapat habis.

Sumber daya air minum dari badan air sungai juga merupakan sumber daya alam yang terbatas mengingat debit air sungai sangat dipengaruhi oleh curah hujan, kondisi lahan di sekitarnya serta tingkat pencemaran dari sekitarnya. Hal ini diperkuat lagi dengan adanya konversi lahan produktif menjadi pemukiman dan industri, serta kondisi cuaca yang tidak menentu berupa kemarau yang berkepanjangan, pencemaran lingkungan dan pemanasan global. Oleh karena itu sudah menjadi kewajiban kita untuk selalu melestarikan lingkungan sehingga sanitasi semakin baik kualitasnya serta dapat mengurangi tingkat krisis air minum. Kemudian pemerintah dapat menentukan kebijakan ataupun melakukan survei ke seluruh pelosok desa di Indonesia untuk mengecek bagaimana kondisi air minum disana. Jangan sampai ada suatu desa yang terlewat. Sehingga menyebabkan warga desa tersebut mati kehausan. Upaya pemerintah tidak akan berhasil, apabila dari masyarakatnya sendiri tidak mempunyai kesadaran akan pentingnya air bersih yang sehari-hari dimanfaatkan untuk air minum. Oleh karena itu juga pemerintah juga harus melakukan sosialisasi bersamaan dengan survei ke pelosok-pelosok desa di Indonesia, mulai dari Sabang sampai Merauke. Masyarakat dapat melakukan upaya peningkatan kualitas air bersih yang akan berdampak positif apabila diikuti upaya perbaikan sanitasi. Upaya sanitasi meliputi pembangunan, perbaikan dan penggunaan sarana sanitasi, yaitu: pembuangan kotoran manusia (jamban), pembuangan air limbah dan pembuangan sampah di lingkungan rumah kita.

Untuk mengatasi krisis air minum, upaya penyelamatan lingkungan termasuk di antaranya adalah dengan penyelamatan sumber-sumber air, harus dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan. Upaya penyelamatan lingkungan demi mengatasi krisis air minum dapat dilakukan melalui berbagai cara. Menggalakkan gerakan hemat air, menggalakkan gerakan menanam pohon seperti one man one tree, konservasi lahan, pelestarian hutan dan daerah aliran sungai. Pun seharusnya dilakukan pembangunan tempat penampungan air hujan seperti waduk sehingga airnya bisa dimanfaatkan saat musim kemarau.

Mencegah krisis air seminimal mungkin dengan memanfaatkan air hujan yang terbuang ke laut dengan membuat sumur resapan air atau lubang resapan biopori. Cara lain untuk melindungi air bersih yang digunakan sebagai air minum adalah dengan mengurangi pencemaran air baik oleh limbah rumah tangga, industri, pertanian maupun pertambangan. Dan yang paling penting adalah dengan mencegah sungai atau danau menjadi tempat pembuangan sampah dan limbah.

Semua hal di atas harus dilakukan secara menyeluruh, berkelanjutan dan sesegera mungkin. Bumi adalah planet yang bisa dihuni oleh manusia dan merupakan satu-satunya planet yang dua pertiga bagiannya diselimuti air. Namun jangan dikira bumi ini kaya akan air justru air yang layak diminum untuk seluruh penduduk yang ada dibumi jumlahnya kurang dari 3 % dari total seluruh air yang ada di bumi sehingga penggunaannya harus dihemat.

Akhirnya pengelolaan sumber air minum merupakan tanggung jawab semua pihak, pemerintah dan swasta yang mempunyai sumber modal harus membuat kebijakan yang lebih bersifat massal, sedangkan masyarakat harus menjaga lingkungan minimal di sekitar rumah untuk menyelamatkan sumber air yang aman.

0 komentar:

Posting Komentar

Bagaimana pendapat Anda tentang blog ini?

Total Tayangan Halaman