Rabu, 23 November 2011

FILTRASI MEDIA MASSA BAGI PENERUS BANGSA MEMANG DIBUTUHKAN


FILTRASI MEDIA MASSA BAGI PENERUS BANGSA MEMANG DIBUTUHKAN

Media massa merupakan bentuk komunikasi dan rekreasi yang menjangkau masyarakat secara luas sehingga pesan informasi yang sama dapat diterima secara serentak dan cepat. Media massa digunakan juga sebagai media yang para penggunanya dapat dengan mudah berpartisipasi , berbagi, menciptakan dan mendapatkan informasi aktual dan bermanfaat. Media massa terbagi menjadi dua macam yakni media elektronik (televisi, internet) dan media cetak (surat kabar, majalah, koran). Secara tidak langsung, media massa bersifat persuatif artinya media tersebut mengajak siapa saja yang tertarik untuk berpartisipasi dengan memberi kontribusi secara terbuka, memberi kesan ataupun komentar dan menyebarluaskan informasi dalam waktu cepat dan tidak terbatas. Semakin canggih teknologi, semakin pesat pula perkembangan media massa. Misalnya, untuk mengakses facebook dapat dilakukan kapan dan dimana saja dengan menggunakan sebuah handphone. Hal itu menandakan bahwa perkembangan zaman semakin modern dan pola pikir generasi muda semakin modern pula.
Media massa tidak selalu berdampak positif bagi para penggunanya. Tuhan menciptakan sesuatu dalam pasangan-pasangan. Ada pria ada wanita, ada positif ada negatif, ada kekurangan ada kelebihan dan lain-lain. Begitu pula dengan media massa yang tidak hanya mempunyai dampak positif saja, tetapi juga mempunyai dampak negatif terhadap para penggunanya terutama generasi muda sebagai penerus bangsa. Media massa mempunyai dampak negatif, apabila para pengguna terutama generasi muda berpikir nonkritis dan tidak melakukan filtrasi terhadap semua informasi yang diperoleh dari media tersebut.
Bagi generasi muda, media massa sangat penting dalam kehidupan belajarnya. Tetapi , kadang-kadang mereka ceroboh dalam menyerap informasi yeng diterima. Mereka lupa bahwa media massa memiliki dampak negatif yang cukup besar. Sehingga mereka berfikir nonkritis terhadap apa yang dilihat dan diterima dan hal itu mengakibatkan terjadinya pemahaman yang salah. Mereka tidak sadar apakah yang dilihat atau diterima itu baik atau tidak, dengan kata lain mereka tidak melakukan filtrasi terhadap informasi yang ada. Misalnya media massa seperti televisi. Banyak orang terutama generasi muda yang menganggap bahwa televisi itu penting. Televisi dapat dijadikan sebagai media informasi dan hiburan. Tetapi mereka tidak sadar bahwa jiwanya telah dijajah oleh asyiknya acara televisi. Televisi menjadikan otak pasif dan melumpuhkan kemampuan berpikir kritis serta merusak kecerdasan mereka sebagai generasi muda. Selain itu, bahaya yang paling besar dari televisi adalah mengalihkan perhatian generasi muda dari membaca. Mereka sering tidak menerapkan disiplin waktu. Sehingga waktu untuk belajar dihabiskan dengan menonton televisi. Membaca merupakan modal untuk menjadi generasi muda yang andal dan cerdas sehingga akan memiliki pola pikir yang jenius dan modern dalam membangun bangsa yang maju. Dengan membaca saja, otak akan diperkaya secara intelektual. Membaca memerlukan keterlibatan aktif pikiran dan imajinasi otak.
Tayangan smackdown di televisi adalah perkelahian pura-pura yang direkayasa, tetapi seolah-olah perkelahian tersebut sangat realistis. Disinilah kita harus melakukan filtrasi terhadap tayangan itu, apakah hasil rekayasa atau nyata. Tetapi, pada kenyataannya, para penonton terutama generasi muda masih menganggap bahwa tayangan itu nyata. Secara tidak sadar mereka telah dijajah oleh tayangan tersebut sehingga menimbulkan dampak yakni merangsang agresivitas mereka. Mereka yang tidak berpikir kritis dalam menggunakan media, tayangan semacam ini berpotensi untuk meniru aksi-aksi kekerasan dari tayangan smackdown tersebut. Hal itu terjadi merupakan sebuah bukti betapa susahnya hukum ditegakkan sampai saat ini. Televisi yang menampilkan tayangan dan mengandung unsur pornografi tidak diberi sanksi oleh yang bersangkutan, mereka hanya menegur dan tidak melakukan upaya lebih jauh dalam menindak pelanggaran-pelanggaran tersebut. Padahal, apabila adegan televisi tersebut masih ditayangkan, masyarakat yang menonton terutama generasi muda akan mempunyai moral yang ambruk. Beban untuk memikirkan hal tersebut tampaknya masih ada pada mereka yang harus pintar dalam memilih isi siaran (filtrasi) yang aman dan berkualitas baik.
Selain itu, pada media massa seperti internet juga terdapat banyak situs-situs ataupun informasi yang perlu kita filtrasi sebelum diserap oleh otak. Internet merupakan media terbaru untuk berkontribusi secara terbuka, mencari dan menciptakan informasi yang aktual. Dengan menggunakan internet, kita bisa tahu informasi-informasi di dunia. Internet juga membantu generasi muda dalam melakukan projeknya. Namun generasi muda harus hati-hati dalam mencari informasi di internet, karena banyak jebakan yang dapat menjerumuskan ke dalam lingkaran kejahatan. Generasi muda harus pintar dalam memilih (filtrasi) apa yang dilihat dan diterima di internet, sehingga tidak akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Jika menggunakan secara berlebihan, maka akan mengalami kecanduan berat yang dapat menghabiskan waktu untuk belajar. Walaupun begitu, pasti akan mengalami kejenuhan , jika menggunakannya secara terus menerus. Hal itu selaras dengan prinsip ekonomi “apabila mengonsumsi satu macam kebutuhan secara terus menerus, maka akan mengalami titik kejenuhan”.
Internet merupakan media yang disukai banyak masyarakat terutama oleh generasi muda. Generasi muda yang andal dan berkualitas akan melakukan filtrasi dahulu dalam menerima dan melihat informasi yang ada di internet. Mereka juga akan mengatur waktu antara belajar dan bermain internet. Mereka akan selalu berpikir kritis dalam melakukan sesuatu, sehingga mereka menjadi generasi muda yang bermoral baik dan merupakan keandalan seluruh elemen bangsa.
Dari fakta di atas dapat disimpulkan bahwa filtrasi informasi dari berbagai media massa seperti media elektronik dan media cetak memang dibutuhkan sebelum menerima dan menyerap apa yang kita peroleh dengan pertimbangan yang cukup.
Secara tidak sadar, informasi-informasi yang diperoleh akan terealisasikan dalam kehidupan sehari-hari. Informasi tersebut akan mencerminkan pola pikir generasi muda. Apabila informasi yang baik diserap, maka pola pikir generasi muda semakin baik pula. Sebaliknya, jika informasi yang mengandung moral jelek diserap, maka pola pikir generasi muda akan seperti pola pikir para penjahat. Masa muda adalah masa yang tepat untuk berprestasi , membawa nama baik bangsa, masyarakat dan keluarga. Memanfaatkan masa muda dengan hal-hal yang positif adalah komitmen yang selalu dipegang oleh penerus-penerus bangsa yang sukses. Memang masa muda mempunyai banyak tawaran yang indah, namun jika tidak pintar dalam memilih dan menjalankannya, bukan tidak mungkin bahwa kita akan tertuju ke jalan kejahatan. Jika memiliki waktu kosong, isilah waktu kosong tersebut dengan hal-hal yang positif dan bermanfaat.
Oleh karena itu, generasi muda yang meliputi anak-anak dan remaja perlu dididik agar selalu berpikir kritis dalam melakukan sebuah tindakan dan melakukan filtrasi sebelum sebuah informasi diserap oleh otak. Tidak dapat dipungkiri bahwa generasi muda merupakan calon-calon tokoh bangsa yang sangat berarti dalam pembangunan bangsa. Generasi muda perlu memiliki sikap yang mencerminkan seorang pemimpin bangsa, diantaranya berpikir kritis dalam menentukan kebijakan dan selalu melakukan filtrasi terlebih dahulu terhadap sesuatu yang dilihat dan diterima, sehingga bangsa kita akan menjadi bangsa yang maju, berkualitas dan bermoral baik.

0 komentar:

Posting Komentar

Bagaimana pendapat Anda tentang blog ini?

Total Tayangan Halaman